Digital Automation, Benefit dan Kendalanya

28 Februari 2020

Dinamika digital yang cepat telah dirasakan dampaknya oleh semua pihak termasuk para pebisnis yang memanfaatkan kemajuan teknologi ini. Akses ke pasar, mengelola aktivitas bisnis di dalamnya, melayani konsumen, menciptakan dan memperkenalkan produk baru, menyampaikan berbagai komunikasi marketing, mengelola brand hingga aktivasinya, melakukan aspek distribusi dan sebagainya. Itu semua kini bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat daripada di era konvensional sebelumnya.

Dinamika dan turn over yang cepat terasa mengasyikkan bagi pelaku bisnis karena tentu saja memberi kesempatan bisnis yang lebih banyak. Selain kecepatan yang bertambah drastis, durasi waktu berbisnis juga jadi bertambah bahkan menjadi tiada henti 24 jam sehari.

Di balik kondisi ini, ada dampak yang masih belum disadari konsekuensinya oleh sebagian pelaku bisnis. Dengan berkiprah di pasar digital, proses operasional bisnis mesti mengikuti akselerasi dunia digital juga. Jika penyesuaian tidak dilakukan niscaya akan menuai problem. Proses produksi bisa terhambat, penerimaan order jadi overload, menjawab inquiry konsumen tertunda, pengiriman barang menumpuk, dan runtutan dampak negatif lainnya yang mungkin terjadi.

Penggunaan teknologi untuk membantu workflow bisnis menjadi opsi yang perlu dipertimbangkan untuk menjawab hal di atas. Proses automasi digital (digital automation) dalam workflow bisnis bisa membantu mengawal dinamika bisnis di dunia digital.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, rangkaian panjang dari aktivitas dan proses bisnis bisa dibuat menjadi bekerja secara otomatis tanpa campur tangan manusia secara intens. Bisa juga dibuat kombinasi antara automasi teknologi dan peran manusia pada aspek strategis dalam suatu proses kerja. Marketing, sales, produksi, supply chain, administrasi, pengelolaan inventori, merupakan beberapa aspek yang bisa disentuh dengan proses automasi digital.

Automasi bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja internal maupun terhadap eksternal perusahaan. Termasuk di dalamnya juga bisa meningkatkan aspek kontrol yang dapat dilakukan real-time dan mobile, lebih akurat dan fleksibel. Kemampuan IT yang semakin canggih bisa membantu proses evaluasi dengan lebih mudah dan akurat pula, sehingga menunjang kemajuan bisnis.

Dari riset yang dilakukan helpsystems ada lima benefit utama yang umumnya diperoleh perusahaan-perusahaan yang menerapkan automasi digital yaitu: menekan biaya hingga lebih dari 30%; meningkatkan produktivitas hingga 27%; meningkatkan ketersediaan produk di pasar hingga 25%; keandalan meningkat 14%; peningkatan performa hingga 4%.

Sedangkan mayoritas kendala atas penerapan automasi digital ada dua, yaitu masalah biaya investasi yang tinggi; dan faktor manusia yang sering kali khawatir akan tersaingi dan tersingkir oleh teknologi. Manajemen sering kali merasa ragu atas rasio antara biaya yang dikeluarkan dan benefit yang akan didapat. Kemudian dari sisi manusia, kedisiplinan dalam melakukan perannya sehubungan automasi sering menjadi penghambat optimalnya pelaksanaan digital automasi ini.


Suherman Widjaja

Vice President AMA Indonesia, Chapter DKI

Akademisi Universitas Prasetiya Mulya

Member American Marketing Association

e-Mail: herman.wid@gmail.com

MM.11.2017/W